Skripsi Administrasi Negara
Disusun oleh: Patriot M. Baladitros
Universitas Airlangga
Program Studi Ilmu Administrasi Negara
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik
Intisari:
Implikasi perkembangan teknologi akan melahirkan suatu tantangan
sekaligus peluang bagi industri pos di Indonesia. Peluang hanya terjadi
manakala teknologi informasi mampu dipergunakan secara tepat untuk meningkatkan
kualitas layanan yang dihasilkan. Sementara itu persaingan usaha di dalam
industri jasa layanan pos konvensional dalam kurun waktu lima tahun terakhir semakin menguat. Maraknya
berbagai perusahaan jasa kurir nasional yang beraliansi dengan berbagai
perusahaan jasa kurir asing erat pula berkaitan dengan berbagai persiapan
menjelang implementasi sistem liberalisasi perdagangan dunia, antara lain
dengan penerapan berbagai kesepakatan internasional. Dalam kondisi sedemikian,
maka mau tidak mau PT Pos Indonesia sebagai Badan Usaha Milik Negara di bidang
layanan jasa pos akan dihadapkan kepada berbagai tantangan dan kompetisi, baik
di tingkat lokal, regional, nasional bahkan internasional. Untuk dapat bersaing
maka kualitas pelayanan harus diperbaiki atau ditingkatkan. Salah satu metode
yang dapat dipakai dalam memperbaiki dan meningkatkan Kualitas pelayanan adalah
dengan menggunakan metode Benchmarking atau patok duga. Metode benchmarking merupakan
proses belajar secara sistematika dan terus-menerus untuk menganalisis tata
cara kerja terbaik untuk menciptakan dan mencapai tujuan dengan prestasi kelas
dunia, dengan membandingkan setiap bagian dari suatu perusahaan dengan
perusahaan pesaing yang paling unggul dalam kelasnya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisa
seberapa besar pengaruh-pengaruh penggunaan metode benchmarking terhadap
tingkat kualitas pelayanan. Lokasi penelitian adalah pada Kantor Pos Wilayah
VII Surabaya yang merupakan wilayah kerja jasa pengiriman paket dan barang di Surabaya. Dengan
menggunakan pendekatan kuantitatif, sampel ditarik secara proporsional dari
semua pegawai atau karyawan dari PT Pos Indonesia kantor wilayah VII dan para
konsumen atau pengguna layanan pos. Selanjutnya analisa yang digunakan untuk
menguji hubungan antara varaibel penggunaan metode benchmarking terhadap kualitas
pelayanan jasa adalah menggunakan teknik korelasi product moment dan analisa
regresi linear. Data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan kedua uji
statistik yang telah disebutkan sebelumnya, dimana dalam perhitungannya dibantu
dengan program SPSS versi 16. Dari analisa perhitungan product moment diperoleh hasil r analisis >
r tabel pada taraf siginifikansi 5 % yakni 0,536
> 0,241. Sedangkan pada hasil analisa regresi linear diperoleh nilai F
reg sebesar. Nilai F reg kemudian dibandingkan dengan F tabel pada taraf
signifikansi 5 %. Hasilnya adalah F reg > F tabel yakni 11,285
> 4,171. Maka F reg dikatakan signifikan, sehingga terdapat hubungan yang
positif dan signifikan antara penggunaan metode
benchmarking terhadap kualitas pelayanan. Sementara besar pengaruh
variabel adalah adalah sebesar 28,7
%.
No comments:
Post a Comment